Review Anime Horimiya

Review Anime Horimiya

Review Anime Horimiya. Di awal 2026, Horimiya tetap menjadi salah satu anime romansa sekolah paling hangat dan sering ditonton ulang oleh penggemar genre slice-of-life. Hampir lima tahun setelah season pertama tayang pada 2021, anime ini kembali naik daun setelah pemutaran ulang di berbagai platform streaming akhir 2025 serta diskusi masif di komunitas online pasca rilis season kedua yang melanjutkan cerita utama. Horimiya bukan sekadar cerita dua orang yang saling suka; ia adalah potret jujur tentang bagaimana dua remaja dengan sisi “rahasia” mulai membuka diri satu sama lain, sambil menjalani kehidupan SMA yang penuh tawa, salah paham kecil, dan pertumbuhan emosional. Dengan protagonis Kyoko Hori—gadis populer di sekolah yang di rumah jadi kakak pekerja keras—dan Izumi Miyamura—cowok pendiam berpenampilan biasa yang ternyata punya tato dan piercing—anime ini berhasil menciptakan romansa yang alami, relatable, dan penuh kehangatan. Di tengah anime romansa modern yang sering terburu-buru atau penuh drama berat, Horimiya masih berdiri sebagai salah satu yang paling tulus dan nyaman ditonton. BERITA BASKET

Animasi dan Produksi yang Hangat serta Detail: Review Anime Horimiya

Animasi CloverWorks di Horimiya terasa sangat pas dengan vibe ceritanya: warna-warna lembut, pencahayaan alami, dan detail kecil yang membuat setiap adegan terasa hidup. Rumah Hori yang rapi tapi hangat, kelas yang penuh kebisingan remaja, atau jalan pulang sore yang diterangi matahari terbenam—semuanya digambar dengan perhatian pada suasana sehari-hari. Ekspresi wajah karakter jadi salah satu kekuatan utama: senyum malu-malu Hori saat Miyamura memuji masakannya, tatapan kaget Miyamura saat Hori melihat sisi aslinya, atau pipi memerah saat keduanya saling pandang.

Tidak ada efek visual berlebihan atau sakuga spektakuler; malah kesederhanaan itulah yang membuat penonton merasa seperti sedang mengintip kehidupan nyata para karakter. Soundtrack karya Masaru Yokoyama menggunakan piano dan string ringan yang lembut, menciptakan rasa nyaman dan rindu yang pas dengan nada cerita. Di 2026, ketika banyak anime romansa bergantung pada filter estetik atau lagu tema viral, pendekatan Horimiya yang minimalis tapi penuh perasaan terasa semakin autentik dan abadi.

Karakter yang Relatable dan Hubungan yang Berkembang Alami: Review Anime Horimiya

Karakter Horimiya adalah alasan utama anime ini bertahan lama di hati penonton. Kyoko Hori adalah gadis SMA populer yang pintar, cantik, dan ramah di sekolah, tapi di rumah ia jadi kakak yang sibuk mengurus adik dan pekerjaan rumah tangga. Ia punya sisi keras kepala dan insecure tentang “wajah asli”-nya yang tidak selalu sempurna. Izumi Miyamura sebaliknya: di sekolah terlihat pendiam, kurus, dan biasa saja, tapi di luar sekolah ia punya tato, piercing, dan gaya rambut yang berbeda—sisi yang ia sembunyikan karena takut dihakimi.

Hubungan mereka dimulai dari momen kebetulan: Hori melihat Miyamura tanpa kacamata dan seragam rapi, lalu Miyamura membantu Hori saat ia sakit. Dari situ berkembang chemistry yang sangat alami—dari saling ejek kecil, jadi saling percaya, hingga momen-momen manis seperti jalan pulang bersama atau saling bantu tanpa diminta. Romansa mereka tidak terburu-buru; malah penuh dengan salah paham lucu, cemburu halus, dan pertumbuhan pribadi yang membuat penonton ikut deg-degan.

Karakter pendukung seperti Toru Hori (adik Hori yang polos), Kyosuke Hori (ayah yang overprotektif), atau teman sekelas seperti Ishikawa, Yoshikawa, Sengoku, dan Remi juga punya peran bermakna. Mereka tidak sekadar pelengkap; masing-masing punya subplot kecil yang menambah warna kelompok pertemanan tanpa mencuri sorotan dari pasangan utama.

Tema yang Hangat dan Pesan yang Masih Relevan

Horimiya mengeksplorasi tema yang sangat dekat dengan pengalaman remaja: tekanan untuk tampil sempurna di depan orang lain, rasa takut ditolak jika menunjukkan sisi asli, dan kebahagiaan saat akhirnya diterima apa adanya. Hori yang selalu berusaha jadi “gadis ideal” di sekolah dan Miyamura yang menyembunyikan penampilan aslinya mencerminkan perjuangan banyak orang untuk “fit in”. Anime ini tidak menghakimi siapa pun yang berpura-pura atau menyembunyikan diri; malah menunjukkan bahwa penerimaan sejati datang saat kita berani jadi diri sendiri di depan orang yang tepat.

Di 2026, ketika isu identitas diri, filter sosial media, dan tekanan penampilan semakin sering dibahas, pesan Horimiya terasa lebih kuat. Ia mengingatkan bahwa hubungan terbaik lahir dari kejujuran, bukan dari versi terbaik yang kita tampilkan. Momen-momen kecil seperti Hori dan Miyamura saling bantu di rumah atau berbagi rahasia terasa jauh lebih berharga daripada pengakuan cinta dramatis.

Kesimpulan

Horimiya adalah anime yang berhasil menangkap esensi cinta remaja dengan cara paling hangat, jujur, dan relatable. Hori dan Miyamura memberikan cerita yang sederhana tapi penuh makna, dengan animasi lembut, karakter yang hidup, dan romansa yang berkembang alami tanpa terburu-buru. Hampir satu dekade berlalu, anime ini masih terasa segar, sering ditonton ulang saat orang butuh perasaan nyaman, dan tetap jadi salah satu yang paling direkomendasikan di genre romansa sekolah. Ia mengingatkan bahwa cinta sejati sering datang dari orang yang melihat—dan menerima—sisi tersembunyi kita, dan bahwa kebahagiaan terbesar ada di momen-momen kecil sehari-hari bersama orang yang tepat. Bagi penonton lama maupun yang baru menemukannya, Horimiya bukan sekadar anime; ia adalah pengingat lembut bahwa di balik topeng yang kita pakai, ada orang yang ingin dicintai apa adanya. Karya ini terus membuktikan bahwa cerita sederhana dengan hati yang besar bisa bertahan lama dan menyentuh jutaan orang.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *