Review Anime Say “I Love You”

review-anime-say-i-love-you

Review Anime Say “I Love You”. Anime Say “I Love You” (Sukitte Ii na yo., 2012) tetap menjadi salah satu cerita romansa remaja paling tulus dan realistis hingga tahun 2026. Dengan 13 episode yang padat, anime ini mengisahkan Mei Tachibana, gadis SMA pendiam yang tidak percaya pada pertemanan dan cinta karena pengalaman masa kecil yang menyakitkan. Suatu hari ia bertemu Yamato Kurosawa, cowok paling populer di sekolah yang tiba-tiba menunjukkan ketertarikan tulus padanya. Dari pertemuan tak sengaja itu, hubungan mereka berkembang menjadi kisah cinta pertama yang penuh kecanggungan, ketakutan, dan pembelajaran tentang bagaimana membuka hati. Di tengah banyaknya anime romansa sekolah yang penuh drama berlebihan, Say “I Love You” justru terasa sangat segar karena pendekatan yang jujur, emosional, dan tidak memaksa. BERITA BOLA

Karakter Utama yang Sangat Relatable: Review Anime Say “I Love You”

Mei Tachibana adalah salah satu protagonis perempuan paling realistis dalam anime romansa. Ia dingin di luar karena trauma dikhianati teman masa kecil, membuatnya memilih hidup sendirian daripada terluka lagi. Mei tidak pandai berkomunikasi, sering salah paham, dan punya kebiasaan menjaga jarak. Namun di balik sikap itu, ia sangat peka dan peduli—hanya saja ia tidak tahu cara menunjukkannya.

Yamato Kurosawa adalah kebalikannya: populer, ramah, dan selalu dikelilingi orang. Ia terlihat sempurna dari luar, tapi sebenarnya juga punya insecurity dan rasa takut kehilangan. Pertemuan dengan Mei membuatnya belajar bahwa cinta sejati tidak harus sempurna atau mudah. Hubungan mereka berkembang secara perlahan dan sangat alami—dari kecanggungan pertama, saling coba memahami, hingga akhirnya saling membuka hati. Komik pintar menunjukkan bahwa cinta bukan tentang perasaan instan, melainkan proses belajar saling menerima kekurangan satu sama lain.

Karakter pendukung seperti Asami, Megu, dan Aiko menambah warna tanpa mencuri perhatian. Mereka mewakili tipe teman yang realistis: ada yang mendukung, ada yang iri, ada yang salah paham—membuat cerita terasa seperti kehidupan sekolah yang sebenarnya.

Alur Cerita yang Emosional dan Penuh Kejujuran: Review Anime Say “I Love You”

Alur anime ini sangat sederhana tapi sangat kuat. Tidak ada konflik besar seperti cinta segitiga rumit atau antagonis jahat. Cerita berfokus pada perkembangan hubungan Mei dan Yamato: dari pertemuan pertama yang canggung, kencan pertama yang penuh salah paham, hingga momen ketika keduanya harus menghadapi ketakutan terbesar mereka—takut ditinggalkan.

Komedi datang dari situasi sehari-hari: Mei yang tidak paham flirting, Yamato yang terlalu antusias, atau teman-teman yang salah mengira hubungan mereka. Drama muncul saat masa lalu Mei muncul kembali, atau saat Yamato dihadapkan pada tekanan sebagai cowok populer. Setiap episode punya momen kecil yang bermakna—seperti Yamato yang belajar sabar memahami Mei, atau Mei yang perlahan belajar mengucapkan perasaan. Endingnya manis, realistis, dan sangat memuaskan—tanpa terlalu manis atau terlalu pahit—memberi ruang bagi penonton untuk merasa bahwa cinta pertama memang sering penuh kesalahan tapi juga penuh harapan.

Anime ini juga punya pesan mendalam tentang komunikasi dalam hubungan, pentingnya memahami trauma orang lain, dan bahwa mencintai seseorang berarti menerima mereka apa adanya.

Animasi, Musik, dan Dampak Jangka Panjang

Animasi Production I.G pada masanya terlihat sangat halus dan ekspresif. Warna-warna cerah di musim semi dan musim panas kontras dengan nada lebih lembut di momen emosional. Ekspresi wajah Mei yang dingin tapi rapuh, serta senyum Yamato yang hangat, digambar dengan detail yang membuat penonton ikut merasakan perasaan mereka. Adegan romantis seperti berpegangan tangan pertama atau pelukan di bawah hujan terasa sangat indah dan sederhana.

Musik menjadi salah satu alasan utama kenapa anime ini begitu berkesan. Lagu pembuka “Kimi e” yang ceria dan lagu penutup “Soba ni Iru yo” yang melankolis langsung membangkitkan emosi. Soundtrack piano dan string yang lembut memperkuat momen dramatis tanpa pernah mengganggu.

Di tahun 2026, ketika banyak anime romansa terasa terlalu cepat atau terlalu manis, Say “I Love You” masih terasa segar karena kejujurannya dalam menampilkan cinta pertama yang penuh kecanggungan dan kesalahan.

Kesimpulan

Say “I Love You” adalah anime romansa sekolah yang luar biasa karena berhasil menggabungkan komedi sehari-hari, drama emosional, dan pesan tentang komunikasi serta penerimaan diri menjadi satu kesatuan yang harmonis. Karakter Mei dan Yamato yang sangat manusiawi, alur yang berkembang alami, serta musik dan visual yang menyempurnakan emosi membuatnya menjadi pengalaman yang sulit dilupakan. Di tahun 2026, ketika banyak cerita romansa terasa terlalu ringan atau berat, anime ini mengingatkan bahwa cinta pertama sering datang dengan ketakutan, kesalahpahaman, dan proses belajar. Jika Anda mencari anime yang bisa membuat tersenyum, deg-degan, dan akhirnya tersentuh oleh kejujuran perasaan, Say “I Love You” adalah pilihan terbaik. Kata “I love you” yang sulit diucapkan, tapi begitu berarti—semua disajikan dengan cara yang sederhana, tulus, dan sangat berkesan.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *