Review Anime The Testament of Sister New Devil

Review Anime The Testament of Sister New Devil

Review Anime The Testament of Sister New Devil. Anime The Testament of Sister New Devil tetap menjadi salah satu judul ecchi harem paling berani dan kontroversial di kalangan penggemar genre dewasa hingga sekarang, terutama karena campuran elemen fantasi, aksi, dan fanservice yang sangat eksplisit tanpa banyak kompromi. Cerita mengikuti Basara Tojo, remaja biasa yang tiba-tiba mendapatkan dua saudari tiri cantik—Mio Naruse yang ternyata adalah pewaris raja iblis, serta Maria yang adalah succubus—setelah ayahnya menikah lagi dan meninggalkan mereka dalam pengawasannya. Untuk melindungi Mio dari ancaman berbagai faksi iblis dan pahlawan, Basara terikat kontrak penguasa dengan Mio, yang membuat keduanya saling terkait secara fisik dan emosional melalui mekanisme “Master-Servant”. Anime ini menyajikan dua musim plus beberapa OVA yang semakin meningkatkan intensitas adegan dewasa, dengan fokus pada pertarungan seru, komedi rumah tangga kacau, dan hubungan romansa yang penuh ketegangan erotis. Meski sering dikritik karena kontennya yang berat, serial ini punya basis penggemar setia yang menghargai keberaniannya dalam menggabungkan aksi fantasi dengan elemen ecchi tingkat tinggi. BERITA TERKINI

Karakter Utama yang Penuh Konflik dan Chemistry Kuat: Review Anime The Testament of Sister New Devil

Basara sebagai protagonis adalah tipe pahlawan yang tenang, kuat, dan sangat protektif, tapi juga punya sisi dominan yang muncul dalam situasi intim karena kemampuan penguasaannya. Mio, sebagai succubus pewaris iblis, punya kepribadian tsundere yang keras kepala di luar tapi rapuh dan bergantung di dalam, sering kali terjebak antara kebanggaan dan perasaan terhadap Basara. Maria, adik succubus yang nakal dan suka menggoda, menjadi pemicu utama kekacauan dengan ide-ide erotisnya yang tak kenal malu. Kemudian ada Yuki Nonaka, teman masa kecil Basara yang menyimpan rahasia besar sebagai pahlawan, serta saudarinya Kurumi yang lebih muda tapi sangat posesif. Interaksi antar karakter ini penuh dinamika tarik-ulur—perebutan perhatian Basara, cemburu antar gadis, serta momen ketika kekuatan kontrak memaksa situasi intim yang lucu sekaligus panas. Chemistry mereka terasa hidup karena setiap gadis punya motivasi dan luka pribadi yang perlahan terungkap, membuat hubungan tidak sekadar harem biasa melainkan ikatan yang rumit dan emosional.

Gaya Aksi dan Fanservice yang Sangat Berani: Review Anime The Testament of Sister New Devil

Salah satu ciri khas anime ini adalah bagaimana ia tidak ragu memadukan adegan pertarungan epik dengan fanservice yang sangat eksplisit, sering kali dalam satu episode yang sama. Adegan aksi melawan iblis atau pahlawan dirancang dengan animasi dinamis, efek sihir yang mencolok, serta koreografi yang intens, membuat setiap pertarungan terasa seru dan memuaskan. Namun, transisi ke momen ecchi hampir selalu terjadi melalui mekanisme kontrak penguasa—di mana Basara harus “menstabilkan” Mio atau Maria melalui kontak fisik yang berlebihan—sehingga adegan dewasa terasa terintegrasi ke dalam cerita meski sangat berani. Komedi muncul dari reaksi over-the-top para gadis saat situasi semakin panas, ditambah dialog cepat dan ekspresi wajah yang exaggerated. Visual dan desain karakter mendukung nuansa ini dengan baik; body proportion yang menonjol, efek suara yang dramatis, serta musik latar yang energik saat aksi dan sensual saat adegan intim. Pendekatan ini membuat anime terasa liar dan tidak malu-malu, cocok bagi penonton yang mencari hiburan dewasa tanpa filter.

Daya Tarik Jangka Panjang dan Kontroversinya

Walaupun sudah lama tayang, The Testament of Sister New Devil masih sering dibahas dan ditonton ulang karena berhasil menjadi salah satu ecchi harem yang paling berani dalam menampilkan konten dewasa tanpa kehilangan elemen cerita sepenuhnya. Banyak penggemar menghargai bagaimana serial ini tetap menyisipkan perkembangan karakter dan konflik antar faksi iblis-pahlawan, meski fokus utamanya jelas pada fanservice dan romansa. OVA tambahan yang lebih eksplisit semakin memperkuat reputasinya sebagai salah satu anime paling “tidak aman untuk kerja” di genrenya. Di sisi lain, kontroversi seputar tingkat eksplisitnya membuatnya tidak cocok untuk semua orang, tapi justru itulah yang membuatnya punya tempat spesial bagi penonton yang mencari sesuatu yang lebih dari sekadar harem ringan. Musik opening dan ending yang catchy serta pengisi suara yang mampu menyampaikan emosi campur aduk turut menambah daya tarik keseluruhan.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, The Testament of Sister New Devil adalah anime ecchi harem yang sangat kuat dalam menyajikan kombinasi aksi fantasi seru, komedi rumah tangga kacau, dan fanservice tingkat tinggi yang tidak ragu melangkah jauh. Dengan karakter yang punya chemistry kuat, mekanisme kontrak yang kreatif untuk membenarkan adegan intim, serta pertarungan yang memuaskan, serial ini memberikan hiburan intens bagi penggemar genre dewasa. Meski tidak akan cocok untuk penonton yang mencari cerita mendalam atau romansa polos, bagi yang tepat sasaran, anime ini tetap jadi salah satu yang paling memorable dan berani di kelasnya hingga sekarang. Jika mencari tontonan yang liar, penuh tawa awkward, dan tidak takut menampilkan sisi sensualnya secara terbuka, karya ini masih layak masuk daftar sebagai pengalaman yang sulit dilupakan.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *