Review Anime Hajime no Ippo. Di akhir 2025, Hajime no Ippo kembali ramai dibicarakan berkat penambahan season New Challenger dan Rising di platform streaming besar pada Januari lalu, plus event boxing resmi Dynamite Glove di November yang bawa dunia Ippo ke ring sungguhan. Seri anime klasik ini—dengan season pertama 76 episode dari 2000-2002, diikuti New Challenger 2009 dan Rising 2013-2014—mengikuti Ippo Makunouchi, pemuda pendiam yang temukan kekuatan lewat tinju setelah diselamatkan Takamura. Manga asli masih berlanjut dengan chapter terbaru mendekati 1500 dan volume 144, sementara rumor season baru terus bergulir meski belum resmi. Legacy-nya sebagai anime boxing paling realistis makin kuat di era sports modern. BERITA BOLA
Alur Cerita dan Karakter yang Mendalam: Review Anime Hajime no Ippo
Hajime no Ippo brilian lewat journey Ippo dari korban bully jadi champion featherweight melalui latihan brutal dan pertarungan epik. Dempsey Roll-nya jadi signature move ikonik, sementara rival seperti Miyata si counter genius, Sendo si tiger ganas, hingga Volg dan Ricardo tambah intensitas. Karakter pendukung seperti Takamura yang kasar tapi inspiratif, Coach Kamogawa dengan filosofi tinju, Aoki-Kimura duo komikal, semua punya backstory solid yang bikin emosional. Season Rising tutup dengan Ippo pensiun sementara, buka arc manga panjang soal “what it means to be strong”—tema yang terus relevan, apalagi manga kini bangun hype return Ippo lewat match pendukung.
Kekuatan Realisme dan Hype Pertarungan: Review Anime Hajime no Ippo
Anime ini unggul karena tinju digambarkan akurat—dari teknik jab, hook, uppercut, footwork, hingga strategi in-fighter vs out-boxer—tanpa superpower berlebih seperti anime olahraga lain. Animasi Madhouse klasik bikin setiap punch terasa sakit, ditambah soundtrack rock pump-up dan inner monologue dramatis saat knockout. Humor sehari-hari gym plus momen growth Ippo ciptakan balance sempurna, bikin penonton ikut termotivasi latihan atau hargai dedikasi atlet. Event 2025 seperti exhibition dan live boxing makin bukti dampak budayanya, dorong fans baru apresiasi olahraga tinju sungguhan.
Kritik dan Tantangan yang Masih Ada
Meski legendaris, Hajime no Ippo dikritik karena pacing lambat—banyak episode fokus training dan buildup sebelum fight, plus manga panjang banget bikin arc pensiun Ippo terasa dragging bagi sebagian. Animasi season awal terasa dated dibanding produksi sekarang, dan akhir Rising tinggalkan cliffhanger tanpa season lanjut bikin frustrasi. Rumor season 4 sering muncul tapi belum terealisasi, sementara fokus manga pada side character kadang bikin fans rindu progres Ippo. Namun, justru realisme dan kedalaman inilah yang bedakan dari seri cepat hype, meski butuh kesabaran ekstra.
Kesimpulan
Pada akhir 2025, Hajime no Ippo tetap jadi masterpiece anime sports yang inspiratif dan tak tergantikan, dengan akses streaming lebih luas plus event nyata yang hidupkan semangat tinju. Ia ajarin nilai kerja keras, ketangguhan mental, dan arti kekuatan sejati lewat cerita relatable Ippo cs. Meski manga masih lanjut tanpa anime baru, legacy-nya kuat—rekomendasi tertinggi buat pecinta boxing atau underdog story mendalam. Seri ini bukti klasik abadi, siap motivasi generasi baru untuk “take the first step” di hidup mereka sendiri.