Review Anime Orange

review-anime-orange

Review Anime Orange. Orange, anime yang tayang pada musim panas 2016 dengan 13 episode, masih sering muncul kembali di diskusi penggemar hingga tahun 2026 ini sebagai salah satu cerita time-travel emosional paling menyentuh dalam genre shoujo drama, terutama bagi mereka yang mencari kisah tentang penyesalan, persahabatan, dan usaha memperbaiki masa lalu tanpa jatuh ke jebakan drama berlebihan. Cerita berpusat pada Naho Takamiya, siswi SMA biasa yang suatu hari menerima surat dari dirinya sendiri sepuluh tahun ke depan, meminta agar ia mengubah nasib Kakeru Naruse, teman baru yang baru pindah ke kelasnya, karena di masa depan Kakeru meninggal karena bunuh diri, dan surat itu berisi petunjuk-petunjuk kecil yang seharusnya bisa mencegah tragedi tersebut, sehingga Naho dan teman-teman dekatnya—Azusa, Takako, Hagita, serta Suwa—mulai berusaha menjaga Kakeru sambil menghadapi perasaan rumit yang muncul di antara mereka semua. BERITA BASKET

Karakter dan Hubungan yang Penuh Lapisan: Review Anime Orange

Kekuatan utama Orange terletak pada karakter-karakternya yang terasa sangat manusiawi dan tidak sempurna, di mana Naho adalah gadis pemalu, mudah ragu, dan sering menyesal karena tidak berani mengambil langkah lebih dulu, sehingga perjuangannya untuk mengikuti instruksi surat terasa sangat relatable bagi banyak penonton yang pernah merasa “seandainya dulu aku…”, sementara Kakeru membawa aura misterius dan rapuh yang perlahan terungkap melalui flashback serta interaksi sehari-hari, membuat penonton ikut merasakan beban yang ia pikul sendirian. Teman-teman kelompoknya, terutama Suwa yang selalu jadi penutup dan pendukung setia, serta Azu dan Taka yang energik, memberikan dinamika pertemanan hangat yang realistis, di mana mereka tidak hanya mendukung Naho tapi juga saling menjaga satu sama lain, sehingga hubungan romansa yang berkembang terasa alami, penuh konflik internal, dan tidak pernah jatuh ke pola klise cinta segitiga yang murahan.

Tema Penyesalan, Persahabatan, dan Pengampunan Diri: Review Anime Orange

Anime ini berhasil menyentuh tema berat seperti depresi, bunuh diri, dan penyesalan masa lalu dengan cara yang sensitif dan tidak menghakimi, di mana surat dari masa depan menjadi simbol harapan kedua yang membuat penonton terus bertanya-tanya apakah nasib benar-benar bisa diubah atau justru usaha itu malah menciptakan luka baru, sementara pesan utamanya tentang pentingnya mengungkapkan perasaan, mendengarkan orang terdekat, dan memaafkan diri sendiri disampaikan melalui momen-momen kecil yang sangat emosional seperti percakapan di atap sekolah, kunjungan ke tempat favorit, atau sekadar makan bersama setelah sekolah. Semua itu dikemas dengan pacing lambat yang pas, membuat setiap episode terasa seperti potongan kehidupan nyata yang penuh haru tanpa terasa memaksa air mata.

Visual, Musik, dan Dampak Emosional yang Bertahan

Visual dari studio Telecom Animation Film terlihat lembut dan cerah dengan palet warna musim semi yang kontras indah dengan nada melankolis cerita, di mana desain karakter sederhana tapi ekspresif berhasil menangkap emosi halus seperti keraguan di mata Naho atau senyum tipis Kakeru yang menyembunyikan kesedihan, sementara soundtrack dengan lagu-lagu piano lembut dan opening serta ending yang menyayat hati memperkuat suasana, membuat banyak adegan terasa lebih dalam meski tidak ada elemen dramatis berlebihan. Di tahun 2026, ketika banyak orang kembali menonton ulang Orange, anime ini sering disebut sebagai pengingat bahwa kadang satu kata atau satu tindakan kecil bisa mengubah segalanya, dan dampak emosionalnya tetap kuat karena ia tidak memberikan penyelesaian instan tapi justru meninggalkan ruang bagi penonton untuk merenung tentang hubungan mereka sendiri.

Kesimpulan

Orange adalah anime yang berhasil menjadi perpaduan sempurna antara drama remaja, elemen supranatural ringan, dan pesan hidup yang dalam, dengan kekuatan terbesarnya pada karakter yang mudah disayangi serta cara ia menggambarkan betapa berharganya momen bersama orang-orang terdekat sebelum terlambat, sehingga meski ceritanya berakhir dengan nada bittersweet yang terbuka untuk interpretasi, ia meninggalkan rasa hangat dan harapan yang membuat penonton ingin lebih menghargai hari ini. Bagi siapa saja yang mencari shoujo dengan substansi lebih dari sekadar romansa manis, Orange tetap menjadi rekomendasi kuat yang tidak lekang oleh waktu, dan di era sekarang ketika banyak cerita fokus pada aksi atau fantasi berat, anime ini justru mengingatkan bahwa kekuatan sejati sering kali ada pada hal-hal kecil, kata-kata yang terucap, dan keberanian untuk peduli. Sangat layak ditonton, terutama bagi mereka yang pernah merasa ada sesuatu yang ingin diubah dari masa lalu.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *