Ao Haru Ride: Romansa Masa Muda yang Pahit Manis

Ao Haru Ride: Romansa Masa Muda yang Pahit Manis

Ao Haru Ride Dalam kamus anime shoujo (demografi remaja perempuan), hanya sedikit judul yang mampu mencapai status “klasik modern” dan terus dibicarakan bertahun-tahun setelah penayangannya berakhir. Ao Haru Ride, atau Blue Spring Ride, adalah salah satunya. Diproduksi oleh Production I.G—studio yang biasanya dikenal dengan anime aksi dan fiksi ilmiah berat seperti Psycho-Pass atau Haikyuu!!—anime ini menawarkan pendekatan visual dan naratif yang sangat berbeda.

Mengadaptasi manga populer karya Io Sakisaka, Ao Haru Ride bukan sekadar kisah cinta monyet biasa. Ia menangkap esensi “Seishun” (masa muda) dengan segala kecanggungannya: rasa tidak aman, keinginan untuk diterima, dan rasa sakit akibat perubahan yang tak terelakkan. Premisnya sederhana: seorang gadis yang mencoba mereset kehidupannya di SMA bertemu kembali dengan cinta pertamanya dari SMP, hanya untuk menyadari bahwa laki-laki itu telah berubah total. Namun, di balik kesederhanaan itu, tersimpan kompleksitas emosi yang membuat penonton merasa sesak sekaligus hangat.

Futaba Yoshioka: Topeng Demi Bertahan Hidup

Cerita berpusat pada Futaba Yoshioka. Di SMP, ia dikucilkan oleh teman-teman perempuannya karena dianggap “terlalu manis” dan menarik perhatian laki-laki. Trauma sosial ini membentuk Futaba menjadi pribadi yang palsu di SMA. Ia sengaja bertingkah tidak feminin, makan dengan rakus, dan berbicara kasar hanya agar tidak dianggap saingan oleh gadis lain dan bisa memiliki teman.

Narasi Futaba ini sangat relevan (relatable) bagi banyak remaja yang merasa harus memakai “topeng” demi bertahan hidup di lingkungan sosial sekolah yang kejam. Futaba rela mengorbankan jati dirinya demi rasa aman yang semu. Namun, pertemuan kembali dengan Kou Mabuchi (dulu bernama Kou Tanaka) merusak sandiwara tersebut. Kou adalah satu-satunya orang yang melihat menembus topeng Futaba dan menyebut usahanya itu “dangkal”. Interaksi ini memaksa Futaba untuk mengevaluasi kembali apa arti pertemanan dan kejujuran pada diri sendiri.

Kou Mabuchi: Trauma di Balik Sinisme Ao Haru Ride

Jika Futaba adalah tentang pencarian jati diri, maka Kou adalah tentang berdamai dengan masa lalu. Kou yang diingat Futaba adalah anak laki-laki yang lembut, pemalu, dan “baunya seperti sabun”. Namun, Kou yang berdiri di hadapannya sekarang adalah remaja yang sinis, dingin, dan sarkastis.

Perubahan drastis Kou bukanlah tanpa alasan. Di balik sikap dinginnya, tersembunyi trauma mendalam akibat perceraian orang tua dan kematian ibunya di masa-masa kritis pertumbuhannya. Anime ini menangani tema duka (grief) dengan sangat hati-hati. Kou membangun tembok tinggi di sekeliling hatinya agar ia tidak perlu merasakan sakit kehilangan lagi. Dinamika tarik-ulur antara Futaba yang ingin merobohkan tembok itu dan Kou yang terus memperbaikinya adalah inti emosional cerita. Momen ketika Kou akhirnya menangis dan melepaskan bebannya adalah salah satu adegan paling memilukan dan melegakan dalam sejarah anime romansa.

Visual Cat Air yang Memanjakan Mata

Production I.G membawa estetika visual yang unik ke dalam seri ini. Penggunaan gaya pewarnaan cat air (watercolor) pada adegan kilas balik (flashback) menciptakan efek nostalgia yang dreamy. Warna-warna pastel yang lembut mendominasi layar, memberikan nuansa hangat namun melankolis, sangat cocok dengan judulnya “Blue Spring” (Masa Muda yang Biru/Sedih).

Desain karakternya setia pada gaya manga Io Sakisaka yang khas dengan mata besar yang ekspresif dan rambut yang digambar detail. Bahasa tubuh karakter juga digarap dengan teliti. Lirikan mata sekilas, gerakan tangan yang ragu-ragu, hingga jarak fisik antar karakter sering kali berbicara lebih banyak daripada dialog. Sutradara Ai Yoshimura paham betul bahwa dalam anime romansa, ketegangan justru dibangun dalam keheningan dan tatapan mata. (bola voli)

Musik Pengiring yang Ikonikre

Tidak lengkap membahas Ao Haru Ride tanpa menyinggung lagu pembukanya, “Sekai wa Koi ni Ochiteiru” oleh CHiCO with HoneyWorks. Lagu ini telah menjadi himne wajib bagi pecinta anime romantis. Liriknya yang menggambarkan keraguan dan keberanian untuk jatuh cinta sangat pas dengan perjalanan Futaba.

Musik latar (OST) yang dominan menggunakan instrumen piano dan gitar akustik juga berhasil memperkuat suasana hati setiap adegan tanpa terasa berlebihan. Suara seiyuu Yuki Kaji (sebagai Kou) dan Maaya Uchida (sebagai Futaba) memberikan nyawa pada karakter-karakter ini. Yuki Kaji, khususnya, berhasil menyeimbangkan nada suara Kou yang datar dan bosan dengan ledakan emosi yang terpendam.

Frustrasi yang Adiktif

Satu-satunya kritik yang sering dilontarkan pada anime ini—dan genre shoujo pada umumnya—adalah tingkat frustrasi akibat miskomunikasi. Hubungan Kou dan Futaba sering kali maju satu langkah, lalu mundur dua langkah karena kesalahpahaman atau gangguan dari pihak ketiga (seperti kehadiran Narumi atau Touma Kikuchi).

Penonton sering kali dibuat gemas ingin berteriak ke layar, “Tinggal bilang saja kalau suka!”. Namun, rasa frustrasi inilah yang membuat Ao Haru Ride begitu adiktif. Ia menangkap realitas remaja yang memang penuh keraguan. Cinta pertama jarang berjalan mulus, dan Ao Haru Ride tidak takut menunjukkan betapa berantakannya perasaan itu.

Kesimpulan: Perjalanan yang Belum Usai Ao Haru Ride

Kelemahan terbesar anime Ao Haru Ride adalah durasinya yang hanya 12 episode, yang membuatnya berakhir menggantung (belum mencakup keseluruhan cerita manga). Penonton dipaksa beralih ke manga untuk melihat konklusi akhir hubungan mereka.

Meski demikian, sebagai sebuah karya yang berdiri sendiri, anime ini adalah potret masa muda yang indah. Ia mengajarkan bahwa perubahan itu menakutkan, tapi juga diperlukan. Bahwa kehilangan itu menyakitkan, tapi kita tidak harus menghadapinya sendirian. Ao Haru Ride adalah perjalanan emosional yang mengingatkan kita pada manis dan pahitnya jatuh cinta untuk pertama kali, sebuah memori yang akan selalu berbau seperti musim panas yang biru.

review anime lainnya …..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *